Ketika kamu memasukkan sebagian pensil ke
dalam air, apa yang terjadi? Seakan-akan pensilmu menjadi patah.
Mengapa demikian? Kamu telah mempelajari sifat-sifat cahaya pada benda
yang tidak tembus cahaya. Bagaimanakah jika cahaya tersebut mengenai
benda bening yang tembus cahaya?
Berkas cahaya dari udara yang masuk ke
dalam kaca akan mengalami pembelokan. Peristiwa tersebut disebut
pembiasan cahaya. Hal ini disebabkan medium udara dan medium kaca
memiliki kerapatan optik yang berbeda. Jadi, kamu dapat menyimpulkan
bahwa pembiasan cahaya terjadi akibat cahaya melewati dua medium yang
berbeda kerapatan optiknya. Sinar bias akan mendekati garis normal
ketika sinar datang dari medium kurang rapat (udara) ke medium lebih
rapat (kaca). Sinar bias akan menjauhi garis normal ketika cahaya
merambat dari medium lebih rapat (kaca) ke medium kurang rapat (udara).
Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar 2.1 berikut.
(Sumber : Saeful Karim, dkk, 2008: 291)
Terjadinya pembiasan tersebut telah
dibuktikan oleh seorang ahli matematika dan perbintangan Belanda pada
1621 bernama Willebrord Snell. Kesimpulan hasil percobaannya dirumuskan
dan dikenal dengan Hukum Snellius. Hukum Snellius menyatakan sebagai
berikut:
- Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
- Jika sinar datang dari medium yang kurang rapat menuju medium yang lebih rapat, sinar akan dibiaskan mendekati garis normal. Jika sinar datang dari medium yang lebih rapat menuju medium yang kurang rapat, sinar akan dibiaskan mendekati garis normal.
Telah disebutkan bahwa pembiasan dapat
terjadi pada medium yang transparan atau tembus cahaya. Dengan lensa
kita dapat mempelajari peristiwa pembiasan. Pengetahuan pembiasan pada
lensa cembung maupun lensa cekung merupakan pengetahuan dasar untuk
mempelajari alat-alat optik seperti kacamata, kamera, teropong, dan alat
optik lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar