Masing-masing
sel otot jantung saling berhubungan untuk membentuk serat yang
bercabang-cabang, dengan sel-sel yang berdekatan disatukan ujungnya
struktur khusus yang dinamai diskus interkalaris. Di dalam lempeng ini terdapat dua jenis taut membran : desmosom (suatu
tipe taut yang secara mekanis menyatukan sel-sel, sangat banyak
terdapat di jaringan seperti jantung yang mengalami stres mekanis berat)
dan taut celah (daerah dengan resistensi listrik rendah yang
memungkinkan potensial aksi menyebar dari satu sel jantung ke sel
sekitarnya. Jantung sebenarnya terdiri atas dua sintisium, sintisium atrium yang menyusun dinding kedua atrium dan sintisium ventrikel
yang membentuk dinding kedua ventrikel. Atrium dan ventrikel dipisahkan
oleh jaringan fibrosa yang mengelilingi pembukaan katup AV yang
terdapat di antara atrium dan ventrikel. Biasanya, potensial tidak
dihantarkan dari sintisium atrium menuju ke sintrisium ventrikel secara
langsung melalui jaringan fibrosa. Namun, potensial ini dihantarkan
hanya dengan sistem hantaran khusus yang disebut berkas A-V, yaitu
sebuah berkas serabut hantaran dengan diameter beberapa milimeter.
Pembagian sintisium menjadi dua sintisium fungsional akan menyebabkan
atrium berkontraksi sesaat sebelum kontraksi ventrikel, yang penting
bagi efektivitas pompa jantung.
Karena
sifat sintisium otot jantung dan sistem hantaran antara atrium dan
ventrikel maka impuls yang secara spontan terbentuk di satu bagian
jantung menyebar ke seluruh jantung. Oleh karena itu , tidak seperti
otot rangka, yang gradasi kontraksinya dapat dihasilkan dengan
mengubah-ubah jumlah sel otot yang berkontraksi di dalam otot, serat
otot jantung akan berkontraksi atau tidak sama sekali. Tidak dapat
terjadi kontraksi “setengah hati”. Kontraksi jantung dapat berubah-ubah
dengan mengubah kekuatan kontraksi seluruh otot jantung.
Kontraksi
sel otot jantung untuk menyemprotkan dipicu oleh potensial aksi yang
menyapu ke seluruh membran sel otot. Terdapat dua jenis khusus sel otot
jantung :
- Sel kontraktil, yang membentuk 99% dari sel-sel otot jantung, melakukan kerja mekanis memompa darah. Sel-sel ini dalam keadaan normal tidak membentuk sendiri potensial aksinya.
- Sebaliknya, sel jantung yang sisanya sedikit tetapi sangat penting, sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi khusus memulai dan menghantarkan potensial aksi yang menyebabkan kontraksi sel-sel jantung kontraktil.
Untuk
memastikan rangsangan ritmik dan sinkron, serta kontraksi otot jantung,
terdapat jalur konduksi khusus dalam miokardium, jaringan konduksi ini
memiliki sifat-sifat berikut ini:
- Otomatisasi, kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan.
- Ritmisasi, pembangkitan impuls yang teratur.
- Konduktivitas, kemampuan menghantarkan impuls.
- Daya rangsang, kemampuan berespons terhadap stimulan.
Aktivitas pemacu sel otoritmik jantung: paruh pertama potensial pemacu disebabkan oleh menutupnya saluran K+, sedangkan paruh kedua disebabkan oleh terbukanya saluran Ca2+ tipe T. Jika ambang telah tercapai maka fase naik pada potensial aksi disebabkan oleh pembukaan Ca2+ tipe L, sedangkan fase turun disebabkan oleh membukanya saluran K+.
Sel-sel jantung non-kontraktil yang mampu melakukan otoritmisitas terletak di tempat-tempat berikut:
- Nodus sinuatrialis (nodus SA), suatu daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat pintu masuk vena kava superior.
- Nodus atrioventrikular (nodus AV), suatu berkas kecil sel-sel otot jantung khusus yang terletak di dasar atrium kanan dekat septum, tepat di atas pertemuan atrium dan ventrikel.
- Berkas His (berkas atrioventrikular), suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk dan masuk ke septum antarventrikel. Di sini berkas tersebut terbagi menjadi cabang berkas kanan dan kiri yang turun menyusuri septum, melengkung mengelilingi ujung rongga ventrikel dan berjalan balik ke arah atrium di sepanjang dinding luar.
- Serat Purkinje, serat-serat halus terminal yang menjulur dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting kecil dari suatu cabang pohon.
Impuls
jantung berasal dari nodus SA, yaitu pemacu jantung yang memiliki
kecepatan tertinggi depolarisasi spontan ke ambang. Setelah terbentuk,
potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri, sebagian
difasilitasi oleh jalur penghantar khusus tetapi sebagian besar karena
penyebaran impuls dari sel ke sel melalui taut celah. Impuls berjalan
dari atrium ke dalam ventrikel melalui nodus AV, satu-satunya titik
kontak antara rongga-rongga tersebut. Potensial aksi tertunda sesaat di
nodus AV, untuk memastikan bahwa kontraksi atrium mendahulukan kontraksi
ventrikel agar pengisian ventrikel sempurna. Impuls kemudian merambat
cepat menuruni sekat antarventrikel melalui berkas His dan cepat
menyebar ke seluruh miokardium melalui serat Purkinje. Sel-sel ventrikel
sisanya diaktifkan oleh penyebaran impuls dari sel ke sel melalui taut
celah. Karena itu, atrium berkontraksi sebagai satu kesatuan, diikuti
setelah suatu jeda singkat oleh kontraksi ventrikel.
Potensial
aksi sel-sel jantung memperlihatkan fase positif berkepanjangan, atau
fase datar, disertai oleh periode kontraksi yang lama, untuk memastikan
waktu ejeksi yang memadai. Fase datar ini terutama disebabkan oleh
pengaktifan saluran Ca2+ tipe L lambat. Masuknya Ca2+ melalui saluran tipe L di tubulus T memicu pelepasan Ca2+ yang jauh lebih banyak dari retikulum sarkoplasma. Pelepasan Ca2+ yang diinduksi oleh Ca2+
ini menyebabkan siklus jembatan silang dan kontraksi. Adanya periode
refrakter yang lama dan fase datar yang berkepanjangan menyebabkan
penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi. Hal ini
memastikan bahwa terdapat periode kontraksi dan relaksasi yang
bergantian yang esensial bagi pemompaan darah.
Penyebaran
aktivitas listrik ke seluruh jantung dapat direkam dari permukaan
tubuh. Rekaman ini (EKG) dapat memberi informasi bermanfaat tentang
status jantung.






0 komentar:
Posting Komentar