Larutan Kimia - Sebenarnya konsep larutan sudah sering kita temui dalam kehidupan
sehari-hari. Contohnya saja ketika kita mencampur air dengan gula, akan
terbentuk cairan yang berupa larutan gula. Bisa dikatan larutan adalah
campuran dari dua atau lebih zat yang mana ada salah satu zat yang
jumlahnya sedikit dan ada yang jumlahnya banyak.
Larutan
adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan
masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik
Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponen zat terlarut dan
pelarut. Komponen dengan jumlah yang sedikit biasanya dinamakan zat
terlarut. Pelarut adalah komponen yang jumlahnya lebih banyak atau yang
strukturnya tidak berubah. Larutan umumnya berfase cair (liquid = l) dengan pelarut air, tetapi ada juga larutan yang berfase padat (solid = s) seperti kuningan, stainless steel, dan lain-lain, ataupun gas (g) seperti udara.
Zat
terlarut memiliki dua sifat berdasarkan perilakunya apabila arus
listrik dialirkan. Sifat pertama, zat terlarut dapat menghantarkan arus
listrik, sehingga larutan yang terbentuk mengalami perubahan kimia dan
mampu menghantarkan arus listrik. Larutan tersebut dinamakan larutan elektrolit.
Sifat kedua, zat yang apabila dilarutkan ke dalam air tidak dapat
menghantarkan arus listrik dan tidak ada perubahan kimia, sehingga
larutan yang terbentuk dinamakan larutan nonelektrolit.
Semua
larutan anorganik, baik asam, basa, maupun garam memiliki sifat mampu
menghantarkan arus listrik. Sedangkan semua larutan yang berasal dari
zat organik seperti gula tebu, manosa, glukosa, gliserin, etanol, dan
urea, tidak mampu menghantarkan arus listrik.
B. Daya Hantar Larutan
Di
atas dijelaskan bahwa larutan elektrolit dapat mengahantarkan arus
listrik, mengapa demikian? Kenapa juga larutan nonelektrolit tidak dapat
menghantarkan arus listiri?
Penjelasan
tentang permasalahan di atas pertama kali dikemukakan oleh Svante
August Arrhenius (1859 – 1927) dari Swedia saat presentasi disertasi
PhD-nya di Universitas Uppsala tahun 1884. Menurut Arrhenius, zat
elektrolit dalam larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang
berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion.
Ion yang bermuatan positif disebut kation, dan ion yang bermuatan
negatif dinamakan anion. Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi
ion-ionnya disebut proses ionisasi.
Ion-ion
zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang
sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan zat
nonelektrolit ketika dilarutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion,
tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik. Hal
inilah yang menyebabkan larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan
listrik.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa:
- Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena zat elektrolit dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-ion tersebut selalu bergerak bebas.
- Larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat nonelektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.
C. Kekuatan Daya Hantar Larutan
Seperti
yang kita ketahui bersama, larutan elektrolit memapu menghantarkan
listrik, tetapi semua larutan elektrolit seperti larutan asam, basa,
garam dan lain-lain memiliki daya kekuatan hantar yang berbeda-bedan.
Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik, larutan
elektrolit dibagi menjadi dua macam, yaitu:
- Larutan Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan yang memiliki daya hantar listrik besar. Larutan elektrolit kuat terionisasi sempurna di dalam air. Jika diuji dalam penguji elektrolit sederhana, lampu akan menyala terang. Contoh larutan elektrolit kuat antara lain larutan NaCl, KOH, H2SO4, dan HCl. - Larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan yang memiliki daya hantar kecil karena tidak semua zat terionisasi, atau hanya mengalami ionisasi sebagian. Jika diuji dengan penguji elektrolit sederhana, lampu akan menyala redup. Contoh larutan elektrolit lemah adalah larutan cuka dan amonia.
0 komentar:
Posting Komentar