Cat terdiri dari 3 komponen utama, yaitu zat warna (pigmen), zat
pengikat (binder), dan zat pelarut (solven). Hampir semua jenis cat
mengunakan pigmen putih yang merupakan pigmen universal. Pigmen
universal itu biasanya adalah titanium dioksida (Ti02), zat
pengikta merupakan bahan yang mengikat antar partikel pigmen cat,
sehingga cat dapat membentuk lapisan tipis yang rapat ketika di gunakan.
Zat pelarut berfungsi untuk menjaga kondisi kekentalan cat agar tetap
cair selama di gunakan. Contohnya adalah alkohol, air, senyawa hidro
karbon.
2. Bahan bakar
Bahan bakar merupakan kebutuhan pokok manusia. Bahan bakar fosil di golongkan menjadi 3 golongan yaitu:
a. Batu Bara
Batu bara mengandung senyawa karbon, sulfur, pyrit, dll. Pembakaran batu bara menghasilkan gas Karbondioksida (CO2),
karbonmonoksida (CO), sulfur dioksida, dan debu. Gas sulfur dioksida
ini sangat berbahaya karena jika bereaksi dengan akan menyebabkan hujan
asam yang bersifat korosif.
b. LPG (Lequefied Petroleum Gas)/elpiji
Gas alam terbentuk dari mikroorganisme yang terkubur dalam batuan
karang di lautan. Komponen utama penyusun elpiji adalah metana (CH4) sebanyak 60-80%, sisanya adalah etana, propana dan butana. Hasil pembakaran menghasilkan gas CO2 dan CO.
c. Minyak tanah
Minyak tanah merupakan salah satu hasil penyulingan minyak bumi,
pembakaran bahan bakar menyebabkan pencemaran, karena menghasilkan gas
CO2 dan CO.
3. Grafit (arang) dan Intan
Pada kenyataanya grafit dan intan memang merupakan alotrop, sebab
keduanya merupakan unsur karbon (C), tetapi dengan struktur molekul yang
berbeda. Grafit dapat menghantarkan arus listrik, sehingga biasanya di
gunakan untuk membuat elektroda, dan proses elektrolit. Sedangkan Intan
mempunyai sifat mengkilat, dan sangat keras. Selain untuk perhiasan
dapat digunakan untuk bahan pengosok, mata pisau atau pemotong logam dan
mata bor pertambangan.
4. Plastik
Pertama kali plastil di buat Alexander Parkes. Plastik mempunyai tiga
komponen utama yaitu, resin/damar buatan, bahan plastis, dan bahan
pengisi. Resin contohnya adalah PVC dan bakelit. Bahan plastis berfungsi
untuk mengubah sifat padat dan mudah patah menjadi lunak dan fleksibel.
Bahan pengisi bisa berupa abses, tepung, glasswool, kayu, dll.
Secara garis besar plastik di bagi menjadi 2, yaitu:
a. Termoset
Jenis ini merupakan golongan plastik yang menjadi padat saat
pemanasan. Pada pemanasan resin inh menjadi padat dan keras sedangkan
pada pendinginan tetap padat dan keras, artinya tidak dapat kembali
mencair/meleleh. Contoh: melamin, bakelit, poliester.
b. Termoplastik
Pada pemanasan plastik golongan ini mula-mula lunak akhirnya melebur,
tetapi tidak mengalami perubahan struktur. Pada pendinginan dapat
melebur lagi sehingga dengan mudah dapat di bentuk contoh: polietilen.
5. Keramik
Keramik merupakan senyawa aluminium silikat yang di panaskan pada
suhu tinggi hingga mencair lalu baru di cetak sesuai kebutuhan.
6. Kaca
Kaca dapat di buat tipis dan kecil seperti rambut yang di namakan
fiber optik. Fiber optik ini sering digunakan untuk kabel listrik
jaringan telephon yang mempunyai daya hantar ribuan kali lebih besar
dari kabel tembaga, selain itu juga di gunakan untuk komponen pada
komputer. Kaca sangat sulit di uraikan oleh alam, tetapi dapat di olah
ulang dan di buat kaca yang baru.
7. Belerang
Belerang banyak di temukan di daerah gunung berapi, tanah liat,
pasir, batu karang, dll. Senyawa penting yang terdapat dalam belerang
adalah sulfur dioksida (SO2) yang berbau khas dan tidak
berwarna serta merusak pernafasan. Senyawa penting lainya adalah asam
sulfat yang bersifat higroskopis.
8. Semen
Bahan baku pembuatan semen adalah batu kapur, tanah liat yang mengandung bermacam silikat, aluminat, magnesium, dan besi.
9. Kertas
Kertas dapat dibuat dari bahan yang mengandung serat seperti kayu,
merang, bambu dan sisa kapas. Pada dasarnya proses pembuatan kertas di
lakukan melalui dua tahap, yaitu:
a. Pengolahan bahan-bahan yang mengandung serat menjadi Pulp/bubur Kayu
Bahan baku untuk mendapatkan pulp adalah selulosa, sehingga selulosa
harus di pisahkan dari campuranya. Pemisahan selulosa untuk mendapatkan
pulp dapat di lakukan dengan tiga cara, yaitu secara mekanis, semikimia,
dan kimia. Cara mekanis hanya dapat di pakai untuk memisahkao selulosa
dari jenis kayu yang lunak seperti cemara. Pulp yang di hasilkan dari
cara ini memiliki kualitas/kekuatan yang rendah (mudah robek). Pada
pengolahan secara semikimia selain mengunakan bahan kimia pemisahan di
lanjutkan dengan cara mekanis. Pada proses ini pembuatan pulp secara
kimia, selulosa di pisahkan dari kayu dengan cara memasak kayu tersebut
dengan bahan kimia tertentu.
Pengunaan bahan kimia yang berbeda menyebabkan sifat dan penggunaan
kertas juga berbeda. Pemakaian natrium karbonat atau natrium hidroksida
akan menghasilkan pulp berwarana coklat dan seratnya kuat, sehingga
bahan ini sering di gunakan untuk membuat kantong terutama kantong
semen. Bila bahan kimia yang di gunakan adalah garam-garam sulfit
seperti Natrium sulfit, akan di peroleh pulp yang dapat di putihkan dan
seratnya agak rapuh. Bahan pemutihanya, antara lain Cl2, dan H2O2. Biasanya bahan ini untuk membuat kertas buku.
b. Pengolahan Pulp menjadi kertas
Pada pengolahan Pulp menjadi kertar terlebih dahulu pulp di potong
menjadi bagian yang kecil, kemudian di aduk dan di tambahkan bahan
pengisi seperti , tawas, kaolin, sehingga terbentuk bubur yang homogen.
Campuran kemudian di cetak dalam suatu alat pencetak kertas dengan
ukuran lebar dan tebal tertentu. Selanjutnya di keringkan melalui
rol-rol baja yang di panaskan sehingga di dapatkan kertas.
10. Rayon
Rayon adalah serat tekstil yang di buat dari selulosa. Ada beberapa macamnya antara lain:
a. Rayon Viskosa
Dua ahli kimia dari Inggris, C.F Cross dan E.J Bevan melarutkan
selulosa dalam karbon disulfida dan alkali. Mula-mula selulosa dimasak
dengan NaOH hingga menjadi alkali selulosa. Lalu di tambahkan CS2 yang
mengakibatkan terbentuknya campuran kental yang warnanya kuning sampai
merah jambu. Zat ini di sebut larutan viskosa. Larutan itu lalu di aliri
dengan tekanan melewati lubang-lubang kecil pemintal kedalam larutan
asam sulfat, sehingga NaOH dan CS2 lepas kembali. Selulosa keluar dari lubang kecil yang banyak jumlahnya lalu di pintal menjadi benang atau serat untuk tekstil.
b. Rayon Tembaga Amonia
Selulosa di larutkan kedalam pelarut Schweitzer hingga membentuk lartan Cu(NH3)4(OH)2.
Larutan ini kemudian di alirkan melalui lubang pemintal ke dalam
larutan asam sulfat encer yang akhirnya di pintal dan di peroleh benang
rayon.
c. Rayon Asetat/Sutera Asetat
Proses pembuatanya di awali dengan mereaksikan selulosa dengan asam
asetat anhidrat menjadi selulosa asetat lalu di larutkan dalam aseton.
Larutan kemudian di semprotkan ke udara sehingga aseton menguap dan
selulosa asetatnya mengendap sebagai benang. Jadi, bedanya dengan rayon
adalah sutera asetat merupakan selulosa-asetat, sedangkan rayon
merupakan selulosa murni.
0 komentar:
Posting Komentar